Kamis, 23 Januari 2014

Ekspansi Kesadaran

Ingatlah kata-kata ini : “Ekspansi Kesadaran”. Dengan ekspansi itu, engkau meluas. Suatu hari, ketika kesadaranmu absolut, mutlak dan tidak ada lagi bayangan kegelapan di dalam dirimu, tatkala tidak ada lagi ketidak-sadaran di dalam dirimu, semuanya sudah menjadi sadar, tatkala cahaya bersinar terang, tatkala engkau terang dari kesadaran di dalam dirimu – engkau akan segera melihat bahwa langit pun bukan batasanmu, tidak ada batasan bagimu.

Inilah keseluruhan pengalaman para mistikus-mistikus dari semua zaman. Ketika Jesus mengatakan: “Aku dan Bapa-ku di surga adalah satu,” inilah yang Ia maksudkan. Ia mengatakan: “Aku tanpa batas.” Ini adalah cara mengatakan hal yang sama, cara yang methapora, sebuah cara yang bersifat simbolik: “Aku dan Bapa-ku di surga bukan dua tetapi satu- Aku, tinggal di dalam tubuh yang kecil ini dan Ia, ada di seluruh alam semesta, adalah bukan dua tetapi satu. Sumberku dan Aku adalah satu. Aku seluas Alam semesta itu sendiri.

Itulah artinya ketika mistikus-mistikus dari tradisi Upanisad mengatakan: “Aham Brahmasmi- Aku adalah yang tertinggi, Aku adalah Tuhan.” Ini diungkapkan dalam suatu keadaan pikiran yang maha sadar , keadaan yang tidak ada lagi ketidaksadaran. Inilah artinya ketika Sufi Mansur Al-Hallaj mengatakan “Ana-al-Haqq – Aku adalah kebenaran, Aku adalah kesejatian”

Diambil dari: THE TANTRA VISION, Vol 1. (Ceramah OSHO tentang Nyanyian-Nyanyian Saraha- Talks on the Royal Song of Saraha) Chapter 4. Love is Death

Tidak ada komentar:

Posting Komentar