Senin, 13 Desember 2010

Harga Sebuah Keajaiban



Sally berumur 8 tahun, ketika dia mendengar orangtuanya sedang berbicara mengenai adik laki-lakinya, Georgi, yang menderita sakit parah. Hanya operasi yang sangat mahal, yang bisa menyelamatkannya. Namun keluarga Sally tidak punya biaya.

Sally mendengar ayahnya berkata, "Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya!"
Maka Sally pun berlari, mengambil celengan dari tempat persembunyiannya, lalu dikeluarkannya semua isi celengan ke lantai dan menghitung semua uangnya.

Dengan membawa uang, Sally menyelinap keluar dan pergi ke apotek. "Apa yang kamu perlukan?" tanya apoteker di sana. "Saya mau bicara mengenai adikku. Dia sakit dan saya perlu 'keajaiban'," jawab Sally. "Hah, apa maksudmu?" "Ayahku mengatakan, hanya 'keajaiban' yang bisa menyelamatkan jiwanya. Jadi, berapa harganya?" "Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil." "Saya punya uang.

Katakan saja, berapa harga keajaiban?" Seorang pria berpakaian rapi berhenti di situ dan bertanya, "Keajaiban jenis apa yang diperlukan oleh adikmu?" "Saya tak tahu," jawab Sally.
Air mata mulai menetes di pipinya. "Saya hanya tahu, dia sakit parah dan ayah mengatakan bahwa ia perlu dioperasi. Orangtuaku tidak mampu membayarnya. Tapi saya punya uang." "Berapa uang yang kamu punya?" "Satu dolar dan sebelas sen," jawab Sally dengan bangga.

"Kebetulan sekali," kata pria itu sambil tersenyum. "Satu dolar dan sebelas sen adalah harga yang tepat untuk membeli 'keajaiban' yang dapat menolong adikmu." Pria itu mengambil uang tersebut, kemudian menggenggam tangan Sally sambil berkata, "Bawa saya kepada adikmu.

Saya mau bertemu dengannya, juga orangtua kamu." Teman-teman, pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, ahli bedah saraf ternama. Ia segera mengoperasi Georgi, tanpa biaya tambahan. Tak lama, Georgi sudah dapat pulang ke rumah dalam keadaan sehat.

Orangtua Georgi sangat bahagia.
Sally pun tersenyum... Kini, ia tahu pasti harga "keajaiban", yakni satu dolar dan sebelas sen... ditambah dengan KEYAKINAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar